Nanoe: Gitar Tua Berkarat dan ‘’No Woman No Cry’’

Meskipun sudah sejak kecil gemar musik, dan beranjak remaja sudah bisa main gitar, ternyata Nanoe Biroe baru benar-benar punya gitar sendiri setelah dewasa. Umur 13 tahun ia sudah bisa memainkan gitar, lalu beranjak SMA mulai bikin band. Selama itu pula kalau ingin main, ia selalu meminjam gitar dari orang lain. ‘’Ya, baru-baru ini saja beli gitar. Gitar yang pertama kali saya beli dari duit sendiri, gitar bolong harganya Rp 57 ribu. Itu saya beli dengan uang tabungan sendiri. Waktu beli masih ada susuk lagi Rp 3.000,’’ cerita Nanoe sambil tertawa.

Lewat gitar yang disebutnya ‘’gitar tua berkarat” itulah, Nanoe mulai coba-coba membikin lagu sendiri. Dari gitar itu pula mengalir beberapa lagu ciptaannya baik yang sempat dibawakan bersama Biroe di album indie ‘’Langkah Pertama’’ (2002) juga lagu-lagu Bali lainnya. Tapi lagu yang benar-benar orisinal pertama kali lahir dari gitar itu, lagu berbahasa Bali judulnya  ‘’Magending No Woman No Cry’’. Ceritanya tentang cowok yang sendirian tidak punya pacar, tapi tak mau larut dalam kesedihan atau kesendirian, lalu menghibur diri dengan lagunya Bob Marley, ‘’No Woman No Cry’’.

Lalu kenapa lagu “bersejarah” itu tidak diikutkan dalam rekaman Nanoe baik di album ‘’Suba Kadung Matulis’’ juga “Matunangan Ngajak Dewa”?

‘’Pertimbangannya masih ada yang lagu lain yang lebih kuat, stok lagu juga cukup banyak,’’ terang Nanoe.

Di sisi lain, upaya Nanoe menjaring penggemar dan mengumpulkan mereka dalam satu wadah yang disebut Pasemetonan Suka Duka Baduda bisa dibilang cukup berhasil. Sama halnya dengan Slank yang memunculkan Slankers, atau Iwan Fals dengan OI nya. Walaupun komunitas ini muncul sebagai satu kesatuan dengan perjalanan kariernya sebagai penyanyi lagu pop Bali, Nanoe punya keinginan Baduda tidak hanya seumur kariernya saja.

‘Kalaupun nanti misalnya saya tidak bikin rekaman lagi, saya ingin ini tetap ada sebagai wadah komunikasi atau kekerabatan,’’ harapnya.

Lain dari itu Nanoe tidak memungkiri, popularitas dan penggemar yang banyak membuat beberapa pihak seperti partai politik mulai meliriknya sebagai corong kampanye yang potensial. ‘’Memang ada yang menawari agar saya ikut bergabung di partai politik, tetapi saya tidak mau. Bagaimanapun musik dan lagu yang saya mainkan untuk semua golongan, tidak khusus satu pihak tertentu saja. Sementara biarlah saya berkiprah di musik saja dulu. Mungkin sama seperti Bob Marley yang tetap setia di musik, tak mau terjun ke dunia politik,’’ demikian Nanoe

4 Tanggapan ke “Nanoe: Gitar Tua Berkarat dan ‘’No Woman No Cry’’”

  1. JIMMY SILA'A Berkata:

    Kalo musik seperti yang saya buat House Musik gak masuk kategori ya?

  2. JIMMY SILA'A Berkata:

    Kalo House Musik yang aku buat gak masuk kategori ya?

  3. mybalimusic Berkata:

    Kalo House Music dalam artian lagu-lagu lama yang diaransemen ulang menjadi house music, jelas tidak masuk. Kecuali kalau ada lagu baru dalam irama house music, bisa saja ikut diseleksi.

  4. drnyomanrudi Berkata:

    pencinta musik kalo ada yang tertarik dengan gitar Ibanez asli kontak saya ya, di nyomanrudi.blogspot.com, trims

Tinggalkan Balasan