Penghargaan untuk Band Indie dan Musik Pop Bali

Oktober 14, 2009

Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, perkembangan musik di Bali terbilang sangat pesat. Untuk urusan band misalnya, begitu banyak bermunculan grup band yang potensial. Ini kemudian diikuti maraknya ajang kompetisi atau festival band yang kian merangsang bermunculannya bakat musisi baru. Apalagi kemudian musisi Bali mulai mendapat pengakuan secara luas tak hanya di daerah, namun juga tingkat nasional seperti diterimanya SID, The Hydrant, Kaimsasikun, Navicula untuk rekaman nasional, atau Lolot dan Pandawa yang pernah masuk unggulan SCTV Music Awards untuk kategori band indie ngetop.

 

Belum lagi kalau berbicara lagu pop Bali, dalam dasawarsa terakhir mengalami kemajuan sangat pesat. Jumlah rekaman lagu pop Bali sempat mencapai puncaknya tiga tahun silam, dan hingga kini jumlah penyanyi dan grup band yang membawakan lagu pop Bali juga terus bertambah. Meskipun banyak yang mengatakan kalau saat ini kondisi rekaman lagu pop Bali sedang melemah, pada kenyataannya kreativitas musisi dan penyanyi lagu berbahasa Bali tak pernah padam. Tiap saat ada saja penyanyi atau grup baru yang muncul, yang dengan bangga menembangkan syair lagu berbahasa Bali.

 

Di sisi lain, studio musik juga kian banyak bermunculan, entah sekadar studio latihan maupun studio rekaman. Hingga terasa kalau musik di Bali memang sedang menggeliat dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tidak heran jika sejumlah pekerja musik nasional hingga internasional menaruh perhatian dan harapan akan perkembangan musik di Bali. Sebutlah misalnya peran serta produser dan penata musik kelas dunia seperti Peter Heckmann yang kini sedang bersemangat membantu menangani bakat penyanyi dan sejumlah band indie di Bali.

 

Meskipun perkembangan musik di Bali begitu nyata terlihat, namun bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pekerja seni di bidang audio ini masih terasa kurang. Jika di tingkat nasional ada beragam ajang pemberian penghargaan digelar sebagai salah satu pemicu semangat para pegiat musik untuk berkarya, di Bali sendiri nyaris tak ada kegiatan serupa. Bertolak dari pemikiran itulah, Bali Music Magazine (BM2) menyiapkan satu acara yang diberi nama Malam Apresiasi Musik Bali. Sesuai namanya, acara ini memang dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas hasil kerja pegiat musik di Bali, mulai dari penyanyi, penata musik, hingga penggarap video klip.

 

“Kami rasa even seperti ini perlu dibuat untuk menumbuhkan semangat dalam berkarya, memacu kreativitas musisi di Bali. Ini baru satu langkah kecil sebagai sebuah awal. Ya mudah-mudahan bisa memberi arti bagi perjalanan rekan-rekan musisi dan penyanyi di Bali, mulai dari musik indie sampai lagu pop Bali,” jelas Made Adnyana, penggagas acara ini.

 

Malam Apresiasi Musik Bali 2008 pertamakali berlangsung 7 November 2008 di Mutiara Grand Ballroom, Hotel Nikki, Denpasar. Saat itu disampaikan semacam penghargaan kepada pelaku musik di Bali, baik dari kategori lagu pop Bali maupun band indie. Ada 17 macam penghargaan yang akan disampaikan dari kategori populer sampai yang terbaik. Untuk tahun ini, acara akan diselenggarakan di ballroom Hotel Nirmala, Jl. Mahendradatta, Denpasar. Penghargaan akan diberikan untuk rekaman lagu pop Bali dan band indie dalam rentang waktu setahun terakhir, atau periode Oktober 2008 hingga September 2009.

 

“Ini baru satu langkah awal. Tentunya belum bisa sempurna atau seperti bayangan akan satu even yang megah dan gemerlap. Namun demikian mudah-mudahan ini bisa menjadi awal untuk sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya,” harap Adnyana.